Tuesday, 17 July 2012

Lihat Pada Diri

Kita ini manusia yang banyak kebaikan atau yang banyak keburukan?
Atau mereka yang kita lihat itu lebih banyak kebaikan dari kita?
Adakah patut kita melihat kebaikan dalam diri kita? Atau kita lebih patut melihat keburukan dalam diri kita?


Renung sejenak akan bait ayat ini;

usahlah mengingati kejahatan orang terhadap kita, 
sebaliknya ingatlah kebaikan mereka terhadap kita
dan janganlah mengingati kebaikan kita terhadap orang, 
sebaliknya ingatlah tentang kejahatan kita kepada mereka

lalu, apakah maksudnya yang terbit dari hati kita selepas membacanya?

Apakah yang lebih menyenangkan hati jika kita ditanya tentang kebaikan dan keburukan yang telah kita lakukan? Tentu saja kita menyenangi akan kebaikan yang telah kita buat. Lalu, apakah impaknya?
Kalau terpancing dek syaitan, riak akan menabir diri, bangga akan memayungi, lantas, adakah ianya bermakna?

Bagaimana jika kita berfikir tentang kejahatan kita kepada orang lain? Apakah perasaan yang kita alami?
Resah gelisah, tak senang duduk, apa lagi? apa lagi? Kesannya? kita akan selalu cuba untuk mengubah kejahatan itu menjadi kebaikan, menukar keburukan menjadi kecantikan.

Lihat kembali pada diri. Lihat pada kehidupan hari ini. Tuliskan dalam diari, apakah kejahatan, keburukan yang telah kita lakukan saban hari. Semak kembali catatan setiap hari, adakah keburukan semakin berkurang? atau ia semakin bertambah?

Kalau hari ini kita mengumpat selama sejam, pastikan esok kita mengumpat selama setengah jam.
Aduh, ana mengajar kalian mengumpat pula... Bukanlah begitu, maksud ana, kalau hari ni kita melakukannya dan esok kita masih lagi melakukannya, pastikan ianya berkurangan setiap hari hingga akhirnya tanpa sedar kita telah pun meninggalkannya! Bukanlah ia semakin bertambah.

Bagaimana kalau ia semakin bertambah?

Lihat pada diri orang lain. Lihat kebaikan dan amalan yang telah mereka lakukan. Apakah tidak terkesan dalam hati kita dengan amalan mereka?
Apakah tidak tersentuh walau sedikit pun?

Belajarlah dengan melihat kebaikan dalam diri mereka. Kebaikan itu akan membuatkan kita merasa malu dengan segala keburukan yang telah kita lakukan.
Moga-moga dengan cara ini kita akan cuba untuk mengubah diri.

Boleh?
Mari kita sama-sama usahakan.
Ana mengajak kerana ana juga manusia yang khilaf. Saat ana memberi pertanyaan kepada kalian, ana sebenarnya mereflek kepada diri sendiri, dan pertanyaan itu ana tujukan juga buat diri ana sendiri.
Sebelum ana tutup post ini,jom kita tengok apa kata Ustaz Don Daniyal tentang melihat kepada orang.


Benar bukan? Maka adalah lebih baik kita belajar melihat dan mengingat kebaikan orang terhadap kita, mudah-mudahan itulah anjakan kepada perubahan kita kelak.
 
Bak kata pepatah; don't judge a book by its cover.

Jom kita berubah ke arah lebih baik!
bila ana menyeru, maka ana juga ingin merasai, malah mengharapkan kalian juga menyertai.
Tidak mahukah kita akan gelaran jemaah syurga?

kuatkan hati, tetapkan niat, teruskan istiqamah!
~aku-insan~

No comments: